Januari 2016 – 69 Performance Club

69-club

 69 Performance Club

Menindaklanjuti kegiatan kuliah tentang performance art di Forum Lenteng pada Desember, 2015, lalu, 69 Performance Club sengaja dibentuk sebagai kegiatan untuk merealisasikan ide-ide kecil tentang performance art. Pada program perdana ini, empat seniman mudaAbi Rama , Hanif Alghifary , Muhamad Fauzan Chaniago , dan Rachmmadi —ditantang untuk merancang, melaksanakan dan mempresentasikan karya performance art mereka di markas Forum Lenteng.

Melalui presentasi ini, keempat seniman tersebut akan mencoba menyajikan karya performance art-nya masing-masing berdasarkan hasil refleksi mereka terhadap aktivitas sehari-hari. Di mata empat seniman ini, hal remeh-temeh semacam lupa mandi, bergosip dan menyimpan rahasia, membersihkan rumah, atau kegembiraan dalam mencoba aplikasi terbaru pada ponsel pintar, dijadikan peluang untuk menerapkan dasar-dasar dari gagasan dan praktik performance art. Ide-ide mereka berusaha melihat kemungkinan bagaimana materi-materi atau benda-benda di luar tubuh, dalam cara tertentu, memiliki potensi untuk mengeksplorasi tubuh itu sendiri sebagai medium seni.

Dari segi fungsi aktual dan bentuk perlakuan masing-masing seniman dalam eksperimen mereka menerjemahkan hubungan antara subjek dan objek itu, kita dapat memilahnya menjadi dua kategori. Termasuk ke dalam kategori pertama, Abi Rama dan Muhammad Fauzan lebih menitik beratkan aspek fungsinal terkait komunikasi dari benda-benda: Abi akan bereksperimen dengan menggunakan sejumlah gawai untuk mengolah suara dan citra tubuhnya sendiri, sedangkan Muhammad Fauzan akan bereksperimen dengan air dan ember untuk melihat efek pemiuhan dari komunikasi itu sendiri. Termasuk ke dalam kategori kedua, Hanif Alghifary dan Rambo lebih menitikberatkan persoalan jarak benda dengan tubuh (dalam konteks aktualnya): Hanif Alghifary akan bermain-main dengan pakaian dan setrika untuk menawarkan sebentuk suspensi, sedangkan Rambo akan menawarkan gaya pemetaan aktivitas sehari-hari dengan menggunakan daki sebagai ‘objek statistika’.

Karya performance art dari keempat seniman ini, dengan demikian, adalah sebuah usaha kecil untuk mengeksplorasi hubungan subjek (tubuh) dan objek (benda) dalam rangka membuka celah pembacaan kritis terhadap cara berkomunikasi dan bernarasi.

Pengantar Kuratorial oleh Manshur Zikri

 

Start typing and press Enter to search